Ripperology telah menjadi studi dan analisis tentang kasus pembunuhan Jack the Ripper, seorang pembunuh berantai yang meneror distrik Whitechapel di London pada tahun 1888. yang kemudian Istilah ini berasal dari kata "Ripper," yang merujuk pada Jack the Ripper, dan "-ology," yang berarti studi atau ilmu. Para ripperolog (sebutan untuk orang yang mempelajari kasus ini) berusaha mengungkap identitas Jack the Ripper, memahami motifnya, serta menganalisis bukti forensik, laporan saksi, dan konteks sosial saat itu. Studi ini melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti sejarah, kriminologi, forensik, dan bahkan psikologi. Meskipun sudah lebih dari satu abad berlalu, misteri Jack the Ripper tetap menjadi salah satu kasus kriminal yang paling terkenal dan banyak diteliti.
Ripperology kemudian menjadi alasan lahirnya keberingasan musikal Herry SIC aka " Ripperology " tahun 2020. memainkan konsep Brutal death gore Mayhem yang terpengaruh dengan gaya blastbeat bombastis ala Brodequin era " Methods of Execution " yang dipadukan dengan gaya Foetopsy, Liturgy, dan Guttural Secrete. tahun 2022, Ripperology untuk pertama kalinya memperkenalkan materi " Convulsive Digesting ' Demo 2022 " yang memuat 2 track berdarah darah yang mengumbar tema tema tentang Jack the Ripper serta tema pembunuhan lainnya. Pembunuhan Jack the Ripper menandai awal titik penting pemberitaan kasus kriminal oleh jurnalis. Meskipun bukan pembunuh berantai pertama, kasus Jack the Ripper menjadi kasus pembunuhan pertama yang sempat menghebohkan media di seluruh dunia semenjak abad 19 sampai saat ini. Saking terkenalnya pembunuh berantai tersebut, munculah istilah Ripperology yang disebut sebagai cabang ilmu atau penelitian yang menganalisa tentang Jack The Ripper. Istilah ini dikreditkan kepada Colin Wilson yang mengartikan 'Ripperology' dan 'Ripperologist' sebagai istilah untuk keahlian dan pakar Jack the Ripper, seperti yang dikutip dari pernyataan penulis Begg, Fido & Skinner pada 1996 silam melansir Casebook.org.
Jack the Ripper merupakan sebuah julukan paling terkenal yang diberikan kepada pembunuh berantai tak dikenal yang beraksi di kawasan miskin di sekitar distrik Whitechapel, London, pada tahun 1888. Selain dijuluki Jack The Ripper ia juga disebut dengan julukan The Whitechapel Murderer atau Leather Apron. Kebanyakan korban dari Jack the Ripper adalah wanita yang bekerja sebagai 'wanita panggilan'. Di tahun 1888, diketahui sebanyak lima 'wanita panggilan' dibunuh oleh dirinya.
Pada bulan September 1888, sekelompok warga sukarelawan di East End London membentuk Komite Kewaspadaan Whitechapel. Mereka berpatroli di jalan untuk mewaspadai karakter yang mencurigakan. Hal itu dilakukan antara lain karena ketidakpuasan atas kegagalan polisi menangkap pelaku, dan juga karena beberapa anggota khawatir pembunuhan tersebut mempengaruhi bisnis di daerah tersebut. Komite mengajukan petisi kepada pemerintah untuk meningkatkan hadiah atas informasi yang mengarah pada penangkapan Jack The Ripper. Mereka menawarkan hadiah sebesar £ 50 untuk informasi yang mengarah pada pelaku, dan menyewa detektif swasta untuk menanyai saksi secara independen.
Banyak rumor yang beredar siapa sebenarnya Jack The Ripper, namun polisi saat itu tidak bisa bertindak sembarangan. Salah menangkap pelaku, maka bukan hanya nama polisi menjadi jelek, ada kemungkinan Jack The Ripper akan menambah korbannya lebih banyak lagi. Menurut analisa polisi, Jack The Ripper adalah seorang dokter, mengingat organ dalam tubuh dari korbannya diambil dengan cara dipotong. Potongan yang dilakukan sangat rapi, seperti dokter bedah. Siapapun dirinya yang sebenarnya, polisi hingga detik ini masih belum mengetahui dengan jelas.
Tahun 2025 menjadi penantian panjang sejak tahun 2022, Ripperology berhasil mengumpulkan 12 track dendam kesumat berdarah-darahnya bertajuk " Pathogenic Delicate Execrate and Secrete " sebagai pembuktian kekejaman musikal itu tidak akan pernah lekang oleh jaman dan malah akan semakin menggila kebiadabannya. To start off you're immediately pelted in the face with these monstrous riffs from the first track accompanied with some bombastic blastbeats that shred your face off. There really isn't any letting up with these moments save for a few moments throughout the album that do transition into these absolutely crunchy and sloppy chuggy breakdowns like on the title track that more or less ends with a fat breakdown accompanied with ultra blastbeats and continues onto the monstrous track. while Death Metal is an innately 'brutal' genre of metal music, Ripperology up the ante and let loose upon the world a monster of Blastbeated, awe-inspiring, skullcrushing death metal that is guaranteed to please the discerning (extrememetal afficionado. The guitar and the bass sound like one big choatic explosion of sound, due in part to the blasterized production.
Ripperupdate
Subscribe to:
Posts (Atom)